""JANGAN PERNAH MELUPAKAN KAMPUNG HALAMAN DAN TERUS MEMBERIKAN YANG BAIK, SUKSES GENERASI KARO""

Gambar Tanah Karo




Klik Ini Baca Selanjutnya - Gambar Tanah Karo

Alat Musik tradisional tanah karo

1.Kulcapi
Alat musik  Kulcapi yang dimaksud dalam alat musik solo ini sama dengan  Kulcapi yang telah diuraikan dalam  gendang telu sedalanen, namun perannya dalam kebudayaan musik Karo lebih dari satu yakni dapat dimainkan dalam ensambel, dan dapat juga dimainkan secara solo (tunggal). Perbedaannya adalah konteks penyajian. Kulcapi sebagai alat musik solo biasa digunakan sebagai hiburan pribadi, maupun dihadapan sekelompok kecil pendengar yang tidak memiliki konteks tertentu.

Sebagai alat musik pribadi, Kulcapi memiliki komposisi-komposisi tersendiri yang berisi tentang ceritera-cerita rakyat, seperti cerita  penganjak kuda sitajur, cerita perkatimbung beru tarigan, tangis-tangis seberaya, tangis-tangis guru, dan beberapa cerita lainnya.

Masing-masing ceritera tersebut dimainkan melalui melodi Kulcapi. Jika didengarkan oleh sekelompok orang sebagai hiburan, kadangkadang timbul pertanyaan dari pendengar tentang arti melodi yang sedang dibawakan oleh  perKulcapi karena mereka tidak mengerti.  PerKulcapi  biasanya akan menjelaskan cerita dari melodi yang sedang ia mainkan sambil mengulangi melodi tersebut, sehingga pendengar akan semakin mengerti dengan melodi-melodi yang dimainkan perKulcapi.

2 Balobat
Balobat (block flute) sebagai instrumen solo juga merupakan alat musik yang sama dengan  balobat yang terdapat dalam  gendang balobat. Perbedaannya adalah konteks penyajian.  Balobat  sebagai instrumen solo digunakan sebagai hiburan pribadi ketika sedang mengembalakan ternak di padang rumput, ketika sedang menjaga padi di sawah atau di ladang.

3 Surdam
Surdam juga alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Alat musik  surdam ditiup dari belakang dengan ruas bambu yang terbuka (endblown flute). Secara konstruksi dan tehnik memainkan, surdam memiliki kemiripan dengan saluang pada musik tradisional Minangkabau atau  shakuhachi  pada musik tradisional Jepang.
Tidak seperti balobat  yang secara sederhana dapat langsung berbunyi ketika ditiup, surdam memiliki teknik khusus untuk meniupnya agar dapat berbunyi (lihat Lampiran Gambar L.3). Tanpa menguasai teknik tersebut, surdam tidak akan berbunyi ketika ditiup. Alat musik  surdam biasanya dimainkan pada malam hari ketika suasana sepi.

4 Embal-embal dan empi-empi
Kedua alat musik ini sebenarnya merupakan alat musik yang hanya biasa ditemukan pada sawah atau ladang ketika padi sedang menguning. Keduanya dimainkan atau digunakan sebagai alat musik hiburan pribadi di sawah atau di ladang ketika menjaga padi dari gangguan burung.  Embal-embal (aerophone, single reed) terbuat dari satu ruas bambu yang dibuat lobang-lobang penghasil nada. Sebagai alat musik tiup, lidah (reed)  embal-embal dibuat dari badan alat musik alat musik itu sendiri.

Empi-empi (aerophone, multiple reeds) terbuat dari batang padi yang telah mulai menguning. Lidah (reed) dari  empi-empi  dibuat dari batang padi itu sendiri, dengan cara memecahkan sebagian kecil dari salah satu ujung batang padi yang memiliki ruas. Akibat terpecahnya ruas batang padi menjadi beberapa bagian (tidak terpisah) maka ketika ditiup bagian yang terpecah tersebut akan menimbulkan bunyi.

Sebagian yang tidak terpecah kemudian dibuat lobang-lobang untuk menghasilkan nada yang berbeda. Biasanya empi-empi mempunyai empat buah lobang nada. Untuk saat sekarang,  embal-embal dan  empi-empi sudah semakin jarang ditemukan/dimainkan oleh masyarakat Karo, khususnya orang Karo  yang berada di daerah pedesaan.

.5 Murbab, dan Genggong.
Alat musik  murbab atau  murdab merupakan alat musik gesek menyerupai  rebab  pada alat musik tradisional Jawa atau biola pada musik klasik barat.  Murbab  terdiri dari dua senar, sedangakan resonatornya terbuat dari tempurung kelapa. Alat musik murbab dahulu dipergunakan sebagai alat musik solo dan dimainkan dihadapan beberapa orang sebagai hiburan. Alat musik ini kemungkinan besar telah hilang dari kebudayaan musik Karo.

Genggong adalah alat musik yang terbuat dari besi, dan dibunyikan dengan menggunakan mulut sebagai resonator. Selain sebagai resonator, mulut juga berfungsi untuk mengubah tinggi rendahnya nada yang diinginkan. Pada waktu dulu, genggong   dipergunakan oleh  anak perana (perjaka) untuk memanggil  singudanguda (gadis) pujaan hatinya pada malam hari agar keluar dari rumah, sehingga mereka bisa memadu kasih asmara. Biasanya, seorang  anak perana memainkan genggong dengan lagu tertentu yang telah dimengerti oleh kekasihnya, sehingga dia akan keluar dari rumah. Genggong juga diperkirakan telah hilang dari kebudayaan musik Karo saat ini.


Klik Ini Baca Selanjutnya - Alat Musik tradisional tanah karo

Sangkep Nggeluh dalam Adat Karo


Untuk memahami adat-istiadat Karo secara baik tidak ada jalan lain selain terlebih dahulu memahami tentang sangkep nggeluh pada merga silima, karena dalam setiap pelaksanaan adat-istiadat yang berperan adalah sangkep nggeluh.
Sangkep nggeluh adalah suatu sistem kekeluargaan pada masyarakat karo yang secara garis besar terdiri atas senina, anak beru, dan kalimbubu.
Pusat dari sangkep nggeluh adalah sukut yaitu pribadi/keluarga/merga tertentu, yang dikelilingi oleh senina, anak beru, dan kalimbubu-nya. Sukut dalam pesta perkawinan akan menerima uang jujuran berupa bena emas (erdemu bayu) atau batang unjuken (petuturken).

Dalam melaksanakan upacara adat tertentu seperti perkawinan, kematian, memasuki rumah baru, dan lain-lain sangkep nggeluh akan diketahui apabila sudah jelas siapa sukut dalam acara tersebut. Misalnya dalam perkawinan, sukut adalah orang yang kawin dan orang tuanya. Atau dalam kematian, sukut adalah janda atau duda dan anak dari yang meninggal. Atau dalam hal memasuki rumah baru (mengket rumah) sukut adalah pemilik rumah itu sendiri.
Untuk lebih memahami hal tersebut, terlebih dahulu hendaklah diketahui cara orang Karo menarik garis keturunan (lineage) baik dari keturunan ayah (patrilineal) maupun dari garis keturunan ibu (matrilineal) yang melekat pada setiap individu suku Karo, yang dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan tutur (terombo). Adapun cara menarik garis keturunan atau tutur meliputi :
Merga/Beru. Merga/Beru adalah nama keluarga bagi seseorang dari nama keluarga (merga) ayahnya. Untuk anak perempuan disebut beru. Bagi anak laki-laki merga ini akan diwarikan secara turun-temurun. Merga/Beru pada suku karo, secara garis besar ada lima yaitu : a. Ginting b. Karo-karo c. Peranginangin d. Sembiring dan e. Tarigan
Bere-Bere Bere-bere adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari beru ibunya. Kalau ibunya beru Peranginangin, maka dia bere-bere Peranginangin, kalau ibunya beru Sembiring maka anaknya jadi bere-bere Sembiring, dan seterusnya.
Binuang Binuang adalah nama kelaurga yang diwarisi seseorang dari bere-bere ayahnya (bere-bere bapa) atau dari marga simada dareh ayahnya atau dari neneknya (ibu dari ayahnya).
Kempu (Perkempun) Kempu (perkempun) adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang (berasal) dari merga puang kalimbubu-nya atau dari bere-bere ibunya atau dari beru neneknya (ibu dari ibunya).
Kampah Kampah adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari merga kalimbubu simada dareh kakeknya atau bere-bere nini (ayah dari ayahnya) atau beru dari ibu kakeknya (ayah dari ayahnya) atau beru dari istri empung-nya dari pihak ayah.
Soler Soler adalah nama keluarga yang diwarisi seseorang dari marga puang nu puang kalimbubu atau merga dari singalo perkempun ibu atau beru empung (ibu dari nenek). Jadi, ada enam nama keluarga (merga/beru) yang dimiliki setiap individu suku Karo. Dengan demikian, jelas bahwa suku Karo menarik garis keturunan secara bilateral, yakni dari pihak ayah dan ibu sekaligus. Untuk jelasnya, perhatikan gambar dibawah ini.


Klik Ini Baca Selanjutnya - Sangkep Nggeluh dalam Adat Karo

Kata Kata Yang Dalam Orang Karo

Kata Kata Yang Dalam Orang Karo
Di suku orang karo ada yang harus di lakukan dalam bersosialisasi dengan kerabat dan harus mengutama di bawah ini :
Mehamatlah Man Kalimbubunta,
Metamilah Man Anakberunta,
Metengetlah Kam Kerina Mergasilima,
Mejuah-Juahlah Man Banta Kerina

Semoga bermanfaat, di lain waktu admin akan membahas lebih jelas.
Klik Ini Baca Selanjutnya - Kata Kata Yang Dalam Orang Karo

Mp3 Lagu Karo

Kemarin admin berkunjungi situs  http://www.lagukarotanahkaro.blogspot.com. dan menemukan lagu karo yang bisa didengarkan live streaming. Lagu Karo yang berlangsung online bersama admin. Ini merupakan sekedar Mp3 Lagu karo....Tunggu apa lagi bila anda mau mengunjungi silahkan link situs tersbut.
Klik Ini Baca Selanjutnya - Mp3 Lagu Karo

Tari Tradisional Karo

Tari Tradisional Karo
Masih diselenggarakan pada acara perkawinan, peresmian rumah dan kematian. Sebagian tari masih popular dalam kegiatan muda-mudi yang disebut 'Guro-guro Aron', yakni sebuah pesta rakyat yang dilakukan menjelang musim tanam padi, ataupun panen. Bahkan tari tradisi ini masih dilaksanakan dalam upacara ritual (kepercayaan lama) bahkan agama baru. Menurut Anton Sitepu, tari tradisi Karo dapat dibagi menjadi dua bagian.
1. Tari Sakral dan Tari Sekular. Tari Sakral adalah tari upacara agama, seperti Tari Tungkat, dan Tari Gundala-gundala. Sedangkan tari Piso Surit, Terang Bulan dan Tari Lima Serangkai adalah tari yang tidak ada hubungannya dengan upacara keagamaan. Sementara tari Komunal adalah tarian yang dilakukan banyak orang untuk kepentingan mereka sendiri, bukan untuk dipertontonkan, tapi tidak ada larangan orang hadir untuk menontonnya.
2. Sedangkan tari Guro-guro Aron adalah tari kaum muda-mudi. Setiap orang muda yang hadir akan mendapat giliran untuk menari sesuai dengan kelompok marga yang disandangnya. Tari Komunal Magis ditemui pada upacara-upacara yang berbau magis, seperti Erpangir Kulau, Raleng Tendi dan Perumah Begu yang didalamnya sarat tari-tarian. Sedangkan tari Tontonan adalah tari yang sengaja digarap untuk dipertontonkan kepada orang lain. Seperti tari Piso Surit, Terang Bulan, Roti Manis, Lima Serangkai serangkai yang memang digarap untuk kebutuhan penonton. Namun ada juga yang dikerjakan lebih serius sebagai seni pertunjukan.
Bagi masyarakat Karo, dikenal istilah uga gendangna bage endekna, yang artinya bagaimana musiknya, harus demikian juga gerakannya (endek). Endek diartikan disini tidak sebagai gerakan menyeluruh dari anggota badan sebagai sebagaimana tarian pada umumnya, tetapi lebih ditekankan kepada gerakan kaki saja. Oleh sebab itu endek tidak dapat disamakan sebagai tari, meskipun unsure tarian itu ada disana. Hal ini disebabkan konsep budaya itu sendiri yang memberi makna yang tidak dapat diterjemahkan langsung kata per kata. Karena konsep tari itu sendiri mempunyai perbedaan konsep seperti konsep tari yang dalam berbagai kebudayaan lainnya. Konsep endek harus dilihat dari kebudayaan karo itu sendiri sebagai pemilik kosa kata tersebut.
Konsep-konsep seperti ini juga dapat kita lihat pada istilah musik bagi masyarakat Karo. Pada masyarakat Karo tidak dikenal istilah musik, dan tidak ada kosa kata musik, tetapi dalam tradisi musik kita mengenal istilah gendang yang terkait dengan berbagai hal dalam 'musik' atau bahkan dapat diterjemahkan juga sebagai musik. Bagi masyarakat Karo gendang bermakna jamak, setidaknya gendang mempunyai lima makna,
  • gendang sebagai ensambel musik, misalnya gendang lima sedalanen, gendang telu sedalanen dan sebagainya;
  • gendang sebagai repertoar atau kumpulan beberapa buah komposisi tradisional, misalnya gendang perang-perang, gendang guru dan sebagainya; gendang sebagai nama lagu atau judul lagu secara tradisional, misalnya gendang simalungen rayat, gendang odak-odak, gendang patam-patam (yang juga terkadang sebagai cak-cak atau style) dan sebagainya; 
  • gendang sebagai instrument musik, misalnya gendang indung, gendang anak; dan 
  • gendang sebagai upacara, misalnya gendang guro-guro aron, dan sebagainya. Konsep seperti ini juga berlaku bagi tarian.
Endek dapat diartikan sebagai gerakan dasar, yaitu gerakan kaki yang sesuai dengan musik pengiring (accompaniment) atau musik yang dikonsepkan pada diri sipenari sendiri, karena ada kalanya juga gerakan-gerakan tertentu dapat dikategorikan sebagai tarian, namun tidak mempunyai musik pengiring. Kegiatan menari itu sendiri disebut dengan landek, namun untuk nama tari jarang sekali dipakai kata landek, jarang sekali kita pernah mendengar untuk menyebutkan landek roti manis untuk tari roti manis atau tarian lainnya. Malah lebih sering kita dengar dengan menggunakan istilah yang diadaptasi dari bahasa Indonesia yaitu 'tari', contohnya tidak menyebut Landek Lima Serangke, tapi Tari Lima Serangke. Landek langsung terkait dengan kagiatan, bukan sebagai nama sebuah tarian.
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam tari karo, yaitu
  • endek (gerakan naik turun kaki),
  • jole atau jemole, yaitu goyangan badan, dan 
  • tan lempir, yaitu tangan yang gemulai, lembut. Namun disamping itu bagaimana ketiga unsur tersebut dapat diwujudkan dalam gerakan-gerakan tari, terkait dengan musik pengiring itu sendiri dan dalam konteks tarian itu sendiri, misalnya dalam tarian adat, muda-mudi, khusus, dan sebagainya.
Gerakan dasar tarian Karo dibagi atas beberapa style yang dalam bahasa Karo disebut dengan cak-cak. Ada beberapa cak-cak yang dikenal pada musik Karo, yang terkait dengan gaya dan tempo sekaligus, yaitu yang dimulai dari cak-cak yang sangat lambat sampai kepada cak-cak yang relative cepat, yaitu antara lain yang lazim dikenal adalah:
  • cak-cak simalungen rayat, dengan tempo lebih kurang 60 – 66 jika kita konversi dalam skala Metronome Maelzel. Apabila kita buat hitungan berdasarkan ketukan dasar (beat), maka cak-cak ini dapat kita kategorikan sebagai cak-cak bermeter delapan. Artinya pukulan gung dan penganak (small gong) sebagai pembawa ketukan dasar diulang-ulang dalam hitungan delapan;
  • cak-cak mari-mari, yang merupakan cak-cak yang lebih cepat dari cak-cak simalungen rayat. Temponya lebih kurang 70 hingga 80 per menit; cak-cak odak-odak, yang merupakan cak-cak yang temponya lebih kurang 90 – 98 per menit dalam skala Maelzel.cak-cak patam-patam, merupakan cak-cak kelipatan bunyi ketukan dasar dari cak-cak odak-odak, dan temponya biasanya lebih dipercepat sedikit antara 98 sampai 105. Endek kaki dalam cak-cak ini merupakan kelipatan endek dari cak-cak odak-odak.
  • cak-cak gendang seluk, yaitu cak-cak yang sifatnya progressif, semakin lama semakin cepat, yang biasanya dimulai dari cak-cak patam-patam. Jika dikonversi dalam skala metronome Maelzel, kecepatannya bias mencapai 160-an, dan cak-cak silengguri, biasanya cak-cak ini paling cepat, karena cak-cak ini dipakai untuk mengiringi orang yang intrance atau seluk (kesurupan).
Sumber : beberapa sumber search www.google.co.id
Klik Ini Baca Selanjutnya - Tari Tradisional Karo

Kebiasaan Orang Karo

Artikel ini di ambil dari beberapa sumber google, disebar luaskan untuk kepentingan ilmu pengetahuan bagi mereka yang membutuhkan serta yang merasa memiliki artikel ini bisa mencantumkan nama situsnya. Judul masih memiliki bahasa aslinya yaitu bahasa karo.

Biak-Biak Silima Merga Kalak Karo
Nina tua-tua erpalasken pengalamen si lit bas ia, lit nge enda biak-biak kepribadian kalak Karo rikutken merga-merga i bas Merga Silima, e me Karo-karo, Ginting, Sembiring, Perangin-angin ras Tarigan, amin gia labo tepat kal. Biak entah pe temperamen kalak Karo rikutken mergana enda, mawen-mawen lit kebenarenna, e maka ijadiken kuan-kuan, ituriken kalak ersundut-sundut. Nina kuan-kuan e bagenda:
- Cerdik Karo-karo
- Jembua Ginting
- Mejeret Sembiring
- Perbual Tarigan
- Kecek Perangin-angin

Cerdik Karo-karo ningen e, lit buktina, e me: Tangtangna kalak Karo sarjana, e me Dr. B. Sitepu ras Mr. Jaga Bukit. Tangtangna Profesor kalak Karo e me Prof. A. T. Barus. Tangtangna kalak karo jadi Gubernur, e me Ulung Sitepu. Pecatur kalak karo si juara Internasional e me Cerdas Barus.

Jembua Ginting, Kalak mejembua lantang ngeranana, teridah biakna si mbisa kerna kebenaren. Erkiteken si e kalak Ginting terberita i bas kepangliman. Contohna Jamin Ginting ras Selamat Ginting. Tokoh enda duana cukup terkenal i Indonesia enda.

Mejeret Sembiring, Kalak sembiring “agak diplomat”. Contohna: “enggo kam man?” nina man kalak Sembiring. Jababna: “Adi la aku man ma labo bagenda belinna!”. Kalak sembiring biasana sitik ngerana tapi mbages ertina janah tuhu ateta. Banci siidah ibas tahun lima puluhen i bas paksa pembangunan Territorium (I) uga cara Nelang Sembiring ngatur Kodam enda, banci ikataken menam bali ras perancang nasional. Jelas dage maka ide-ide pembangunen e uluna ibas Sembiring Mergana. Kalak diplomat ngerana manjar-anjar tapi tuhu ateta maka seh idena ialoken kalak. Siinget pe nai ibahanna Sekolah Asisten Perkebunan, seh maka kalak Karo enterem erdahin i bas perkebunen (ADM, Staf, rsd)

Bual Tarigan. Bual labo ertina “bohong”. I bas jaman si adi mbue kal waktu kalak erbual-bual i jambur. Kalak si beluh erbual, ertina beluh maba bulung percakapen mahan bana ia jadi perlu ide-ide baru man kalak si deban. Dungna ia jadi kalak si erdolat erkiteken mbue pengikutna. Erbual-bual, ertina ercakap-cakap, ngerana seh binagana keri lako. Dage kalak Tarigan ngasup erbahan ate kalak tuhu arah pengeranana seh maka rulih me ia i bas biangana, budaya ras politik Kalak Tarigan nai nari termurmur i bas perbinagan. Lit beritana dalan Siantar nari ku Parapat kalak Tarigan erbanca. Stadion Teladan pe nai kalak Tarigan enda nge erbahanca. Terberita Tarigan Tua kalak si beluh erbinaga. i bas usaha pengangkuten nai “Firma Swift” kalak Tarigan kang empuna.

Kecek Perangin-angin. Kecek ijenda, ertina beluh kal ia make dilahna erbahan ate kalak malem. Ukur kalak malem-malem sembelah ibahanna. I bas sejarah terberita kebeluhen Sibayak Kuta Buuh maka banci ia jadi Sultan Langkat. Ia terberita beluh ras mbisa. Tentu siinget denga Sibayak Garamata si jadi penentang penjajah Belanda ku Taneh Karo.
E maka bicara Merga Silima enda banci ersada ia, sendalanen ia, ola ia sparadis, tentu seh kal sikapna. Bagem kira-kira batang belinna biak-biak si lima merga i bas Merga Silima.

Klik Ini Baca Selanjutnya - Kebiasaan Orang Karo

Tentang Musik Karo

About Musik Karo
  1. Ditanya Oleh Emeia Davina mengenai musik karo :
  2. Saya jawab per poin aja langsung ya...oleh J.Limbeng :
  1. Sejak tahun berapakah suku Karo mengenal seni musik? dan apa saja jenis musik Karo yang asli!
  2. Kalau ditanya tahun yang pasti, belum ada data yang akurat tentang kapan musik Karo itu muncul pada masyarakat Karo. Biasanya munculnya seiring dengan adanya masyarakat itu sendiri. Tentang sejarah karo lihat buku Brahma Putro, Karo dari jaman ke jaman. Tetapi tentang musik itu sendiri mungkin bisa dilakukan pendeklatan folklore, yaitu cerita rakyat, legenda, mite, dan sebagainya. Bisa dilihat di buku Brunvand, atau Prof. James Danandjaja, Folklore Indonesia terbitan Grafitti press, jakarta.
  1. jenis aliran musik Karo lebih kearah mana?
  2. Kita tidak bisa membandingkan musik Karo ke jenis-jenis musik barat, karena musik Karo itu sendiri adalah mempunyai style tersendiri yang tidak dapat kita bandingkan melalui kacamata Barat, misalnya jazz, blues, hiphop, country, dsb., tetapi gejala kibot yang muncul belasan tahun terakhir ini ada kecenderungan pemBaratan musik Karo itu sendiri, dari yang atonal menjadi tonalitas. (bandingkan sejarah musik dari jaman ke jaman, Barok, Klasis, dst.) Pembaratan yang mengenal sistem harmoni, berpengaruh kepada style yang muncul sekarang, yaitu kecenderungan ke arah Style Rhumba. Istilah musik sendiri kan tidak ada di Karo.. apa saja disebut gendang, dan tergantung dalam konteksapa kata gendang tersebut digunakan. Style di Baratmungkin bisa disamakan dengan cak-cak di Karo, meskipun tidak persis sama
  1. Kira2 usia dari berapa sampai berapa saja yang tertarik belajar alat musik tradisional Karo?
  2. Ini kan masalah selera. Tidak banyak yang menggeluti musik tradisional Karo. Juml;ah pemain musik tradisional yang aktif saja sampai sekarang menurut sumber di Majalah Sibayak Post, tidak lebih 70 orang dari sekian banyak orang Karo yang tersebar di Kabupaten Karo, Deli Serdang, sebagian Dairi, Langkat dan Simalungun. Kaum muda sekarang setahu saya tidak ada, kecuali pemain kibot (organ tunggal) lumayan banyak.

  1. Warna apa saja yang menjadi karakter/yang biasa di pakai orang Karo
  2. Konsep warna bagi orang Karo adalah merah, putih dan hitam. Merah itu kan melambangkan darah, yaitu kehidupan manusia di dunia tengah, kemudian warna putih itu melambangkan roh, kebaikan dunia atas, dan sebagainya, warna hitam melambangkan alam kematian dunia bawah. Warna-warna ini lah yang dipakai, tetapi sekali lagi tergantung konsepnya dalam hal apa.
  1. Aku prnah dengar klo alat musik gong besar dan  kecil itu bukan asli dari Karo melainkan dari Jawa, benar ga tu bang?
  2. Dengar dari mana ? Gendang Karo itu memang dari sisi bentuk ada persmaan-persmaan kalau kita mengacu kepenggolongan alat musik yang dibuat oleh Victor Mahillon, Curt Sach dan Horn von Bostel, yaitu alat musik membranofon berbentuk konic (conical-drum), mirip Jawa memang, tapi itu bukan dari Jawa. Keunikangendang Karo itu adalah merupakan gendang yang terkecil yang saya lihat dan cara memainkannya juga harus dijepit pakai kaki.
  1. Sejak tahun berapakah musik keyboard masuk dalam seni Karo? 
  2. Kibot masuk dalam kesenian Karo sebenarnya sudah lama, yaitu munculnya reaman-rekaman musik Karo pada jaman dahulu, tetapi instrumen kibot seperti Mia lihat sekarang ini baru ada tahun 1988, yaitu di Medan, dan pertamanya juga terbatas dalam acara guro-guro aron, yaitu pesta kegem,biraan muda-mudi, biasanya setlah panen usai. Tentang ini, mungkin Mia bisa baca lagi buku saya tentang GENDANG KIBOT, ada di rumah, atau barangkali boleh dicopy.
  1. Mengapa orang Karo jarang yang menggunakan alat musik asli Karo dibanding keyboard?
  2. Jawaban tentang ini semuanya ada di thesis S2 saya. Btw, judul buku ttg seni musik yang abang punya itu apa?dan dimana di jualnya? Buku itu tidak ada di toko buku, rencana saya kan memang menerbitkan buku tentang kesenian Karo itu lebih lengkap, tapi saya pikir untuk buat skripsi, buku itu juga sangatmembantu, karena pendekatan yang saya pakai adalah deskriptif.
Sumber : Blog J Limbeng

Klik Ini Baca Selanjutnya - Tentang Musik Karo